Hubungan Motivasi Belajar dengan Tingkat Kecemasan Mahasiswa Kebidanan dalam Menghadapi OSCE (Objective Structured Clinical Examination)

The Association Between Learning Motivation and Anxiety Levels Among Midwifery Students Facing the Objective Structured Clinical Examination (OSCE)

Authors

  • Rizaldy Fathur Rachman Politeknik Kesehatan Bhakti Pertiiwi Husada
  • Kunnati Kunnati Politeknik Kesehatan Bhakti Pertiwi Husada
  • Listyaningsih Listyaningsih Politeknik Kesehatan Bhakti Pertiwi Husada

DOI:

https://doi.org/10.53801/ijms.v5i1.264

Keywords:

Motivasi Belajar, Kecemasan, OSCE, Kebidanan

Abstract

Latar Belakang: Ujian Objective Structured Clinical Examination (OSCE) merupakan metode evaluasi penting di bidang kesehatan, termasuk di Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Politeknik Bhakti Pertiwi Husada Namun, ujian ini sering menjadi sumber kecemasan bagi mahasiswa yang mempengaruhi performa akademik.
Tujuan: Menganalisis hubungan antara motivasi belajar dan tingkat kecemasan mahasiswa dalam menghadapi ujian OSCE.
Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan cross-sectional dengan populasi 122 mahasiswa yang mempersiapkan ujian OSCE periode III tahun 2025. Data diperoleh melalui kuesioner Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) dan Depression Anxiety Stress Scale (DASS 42), kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%.
Hasil: menunjukkan seluruh responden berjenis kelamin perempuan (100%) dengan  rentang usia 20–23 tahun. Analisis bivariat mengungkapkan hubungan signifikan antara motivasi belajar dan tingkat kecemasan (p-value < 0,05). Sebanyak 80,77% mahasiswa dengan motivasi belajar rendah mengalami kecemasan berat, sedangkan 71,43% mahasiswa dengan motivasi belajar tinggi hanya mengalami kecemasan ringan. Analisis menunjukkan hubungan signifikan antara motivasi belajar dan kecemasan (p < 0,05).
Kesimpulan: motivasi belajar yang tinggi memiliki asosiasi dengan tingkat kecemasan mahasiswa.

Downloads

Published

2026-01-30